Rabu, 02 Desember 2009

Virus Sebabkan Akses Facebook RI Lelet

http://www.inilah.com/data/berita/foto/198152.jpg

Surabaya - Ancaman virus ditengarai memicu perlambatan koneksi jaringan jejaring sosial dan pencari data di internet, seiring tingginya jumlah pengguna jasa layanan seperti Facebook, Yahoo, Google dan Twitter.

"Kecepatan akses data yang tidak sesuai harapan kemungkinan karena serangan Denial of Services/DOS dari penyusup atau virus, sehingga berakibat kinerja layanan drop," kata Kepala Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan, Jurusan Teknik Informatika, FTIF Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), M Husni.

Menurut dia, biasanya waktu yang diperlukan untuk memperbaiki lemahnya akses tersebut tidak sampai 12 jam.

"Perbaikan selama itu mengingat tenaga Teknologi Informasi (TI) harus menganalisis dan melakukan scanning terhadap semua port," ujarnya.

Terkait ketidakstabilan akses sejumlah layanan itu beberapa waktu lalu, ia mengaku kondisi itu bisa disebabkan oleh tingginya jumlah pengguna layanan.

"Kejadian ini juga bisa dikarenakan mereka memakai clustering mail server distributed yakni jaringan surat elektronik emailnya banyak dan lokasinya menyebar meskipun, alamat emailnya unik misal user@yahoo.com," katanya.

Hal tersebut, tambah dia, akan berdampak terhadap tingginya arus lalu lintas sehingga menyebabkan email yang masuk ke kotak suratnya mengantre dan terjadi congestion atau macet.

"Risiko lainnya bisa menghilangkan data yang dimiliki si pengguna jasa tersebut," katanya.

Peristiwa itu, lanjut dia memang berdampak bagi kondisi perekonomian nasional. Para pengguna jasa yang beralamat di layanan tertentu menjadi tidak nyaman dalam melanjutkan kinerjanya, terutama kalangan pebisnis.

"Apalagi, ketika mengakses kadang email yang diterima melebihi waktu yang diharapkan," katanya.(inilah.com)

Planet Mars Pernah Dipenuhi oleh Air

http://www.inilah.com/data/berita/foto/194992.jpg

Jakarta – Peta baru Mars menunjukkan wilayah utara dan tengah planet itu adalah lembah yang dulu dipenuhi air. Pola bentuk lembah disinyalir di masa lalu adalah permukaan lautan.

Peta detail Mars menunjukkan bahwa sebagian besar bentuk permukaan di utara dan tengah adalah lembah yang dahulu lautan di sepanjang garis ekuator.

Peta komputer tersebut berdasarkan data topografi dari satelit NASA, juga menunjukkan bahwa jaringan di lembah planet merah tersebut dua kali lebih meyakinkan dari perkiraan sebelumnya.

“Lembah tersebut mengalami dehidrasi dan erosi, yakni proses yang sama dengan formasi yang dialami lembah-lembah di bumi," ujar Professor Geografi di Universitas Illinois Wei Luo.

"Sebuah bekas lautan di utara menunjukkan bagaimana jaringan lembah di ekuator tersebut bisa terbentuk," tambah Professor Luo.

Wilayah paling utara Mars yang lokasinya jauh dari sumber air, tidak akan mendapat air hujan yang banyak dan tidak akan membentuk lembah. Hal ini pula yang menjelaskan mengapa dari utara hingga ke selatan lembahnya semakin datar atau rendah.

Hujan memungkinkan sebagai faktor yang membedakan permukaan antara area utara dan tengah, sehingga menciptakan perubahan pola di peta yang dulu disinyalir sebagai lautan.

Sejak Marine 9 NASA berhasil menemukan jaringan lembah Mars di 1971, perdebatan semakin besar apakah lembah tersebut karena air, lautan atau erosi yang seringkali terjadi di kondisi dingin dan kering.(inilah.com)

Google Izinkan Pembatasan Akses Berita Online

http://techno.okezone.com/images-data/content/2009/12/02/55/281196/o0RPk9q51a.jpg

SAN FRANSISCO - Google secara resmi mengumumkan akan membolehkan para penerbit konten berita untuk mengatur batasan jumlah artikel yang bisa dibaca pengakses secara gratis melalui mesin pencarian Google.

Langkah ini hadir di tengah-tengah ramainya pembahasan diantara kelompok perusahaan media yang mengklaim mesin pencarian mengambil untung dari indexing laman berita online.

Chief Executive News Corporation Rupert Murdoch adalah salah satu yang paling keras mengkritik Google dan aggregator berita lainnya. Dia bahkan berpikir untuk menghapus konten surat kabar miliknya dari pencarian Google.

"Pembaca hanya tinggal mengklik dan membaca serta mengkopinya melalui aggregator. Mereka mencuri berita kami. Baik Google, Microsoft, Ask.com dan aggregator lain tidak seharusnya membiarkan segalanya bisa di akses gratis. Saya rasa kita semua tengah lengah akan hal ini," kata Murdoch, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (3/12/2009).

Google kemudian berinisiatif mengeluarkan program pembatasan akses berita bernama First Click Free. Melalui program ini, aggregator bisa membuat indeks konten website namun membatasi akses para peselancar dunia maya.

"Awalnya, program dengan sistem membuat pengguna internet bisa mengakses artikel secara gratis pada klik pertama, selanjutnya mereka akan dikenakan biaya," kata Manager Senior Business Product Google Josh Cohen.

"Sekarang kami telah mengupdate program tersebut, sehingga penerbit bisa membatasi pengakses untuk mengakses tak lebih dari lima halaman per hari, tanpa berlangganan atau mendaftar," tandas Cohen.(okezone.com)

Akses Google Tidak Gratis Lagi


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCWHQjvojFQjEou3kPGA_VLI_rdnSrBElMtgJTGzL7YkeD3-LqosjJVcEZUUjOtnNZMoZ7emjWp7hlcEPpulS4XZFweOA33jTBI44plIi9R5ToWfjK-C-SBG772ZoLriDwOWlJ7R8KFbMa/s200/google_girl.jpg
Akses Google Tidak Gratis Lagi, Siap siap bagi pencari berita gratis di dunia maya. Situs mesin pencari, Google, menyetujui permintaan sejumlah media online untuk membatasi akses pencarian Google yang bersifat gratis. Kini situs media online punya program perisai, yang mereka namakan First Click Free Programme. Dengan begitu, artikel-artikel yang biasanya bisa diunduh dan dibaca gratis tiap harinya makin terbatas.

Bila tadinya tiap 'klik' dari pengguna internaet bebas biaya, kini tidak lagi,'' kata Senior Business Product Manager Google, Josh Cohen, seperti dikutip BBC, Selasa (1/12) waktu setempat.

Sekarang tidak seluruh halaman gratis. Program di atas akan membatasi akses pengguna hanya, misalnya, ke lima halaman. Sisanya, bila pengguna komputer ingin membaca lebih jauh, harus mendaftar dan ini artinya merogoh dolar AS dari koceknya.

Media berita online sudah cukup lama ingin menerapkan hal ini. Mereka menilai Google yang mereguk keuntungan iklan dari tiap 'klik' pembukaan situs berita di tempatnya. Salah satu raja media yang paling ngotot menerapkan hal ini adalah Rupert Murdoch.

Tapi pada awal penerapan program ini belum mulus. Ada celah bagi pembaca untuk membaca secara gratis di internet. Caranya tetap memanfaatkan Google, tapi dengan teknik pencarian artikel atau halaman yang berbeda dari biasanya.(pakarbisnisonline.blogspot.com)

Alasan Film Balibo Five Dilarang di Indonesia

balibo

Di menit-menit terakhir, rencana penayangan film kontroversial, ‘Balibo Five’ di sebuah bioskop di Jakarta kemarin, Selasa 1 Desember 2009, batal dilakukan.

Hanya sejam sebelum tayang, Lembaga Sensor Film (LSF) melarang pemutaran film karya sutradara Robert Connolly yang mestinya tayang perdana hari itu.

Pelarangan LSF terhadap pemutaran perdana Balibo Five yang dilakukan Jakarta Foreign Correspondents Club juga berarti film tersebut tak akan diputar di Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest) yang akan diselenggarakan 4-12 Desember 2009.

Direktur JiFFest, Lalu Rois Amri menyayangkan pelarangan itu, meski demikian pihaknya terus berusaha agar Balibo Five bisa ditonton oleh publik di Indonesia.

“Pada dasarnya kami tidak diperbolehkan untuk memutar fil tersebut, Tapi, saya masih menunggu penjelasan resminya,” kata Lalu Rois Amri seperti dimuat laman ABC.

‘Balibo Five’ menceritakan pembunuhan lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya seminggu sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan mereka akan membuka kembali penyelidikan kasus tersebut.

Meski sepi di Indonesia, isu Balibo Five kembali ramai di Australia. Apalagi, setelah Kepolisian Federal Australia (AFP) membuka kembali kasus kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.

Menurut Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975.Tujuannya,agar mereka tak menyiarkan secara detil invasi Indonesia atas Timor Timur.

Beberapa petinggi TNI diincar atas dugaan keterlibatannya dalam kematian lima wartawan tersebut, dua diantaranya masih hidup.

Sejumlah mantan petinggi TNI diduga terlibat, termasuk Yunus Yosfiah, anggota Komisi Keuangan dan Anggaran Dewan dari Fraksi PPP.

Nama-nama lain yang disebut adalah Benny Moerdani, Dading Kalbuadi, dan Cristoforus da Silva. Benny dan Dading telah meninggal dunia.

Pembukaan kasus Balibo sangat mengejutkan bagi Indonesia. Sebab, pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tak ada pembunuhan, kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia, telah ditutup.

“Kami melihat kasus ini sudah selesai, sudah tutup. Tidak ingin membukanya lagi, kasus ini sudah ditutup,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada VIVAnews, Kamis 10 September 2009.

Apalagi, tambah Faizasyah, pembicaraan khusus dalam konteks klarifikasi sudah dilakukan terkait peristiwa Balibo.

Dijelaskan Faizasyah, tak ada pembunuhan dalam peristiwa yang terjadi pada 16 Oktober 1975.

“Ini dalam kondisi peperangan, penyebab kematiannya karena terjebak di dalam peperangan,” tambah dia.

Dengan memasukkan nama-nama sejumlah jenderal, Indonesia mempertanyakan sikap Australia yang menunjukan penghakiman.

“Sikap-sikap menghakimi secara serta merta. Dan satu hal kita yakini adalah dampak dari. Itu sudah menghakimi,” tambah dia.(mantapp.com)