Selasa, 15 Desember 2009

Suriname ini disebut sebagai "Indonesia Sebelah Barat"


Republik Suriname (Surinam) adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik. Suriname ini disebut sebagai "Indonesia Sebelah Barat".

Di Suriname tinggal sekitar 75.000 orang Jawa dan dibawa ke sana dari Hindia-Belanda antara tahun 1890-1939. Suriname merupakan salah satu anggota Organisasi Konferensi Islam.



info:
Sekedar informasi saja bahwa bahasa Jawa yang digunakan di Suriname ini agak sedikit berbeda meskipun pada dasarnya bahasa yang digunakan sama dengan Bahasa Jawa yang digunakan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Karena bahasa Jawa yang digunakan di Suriname hanya diwariskan secara turun-temurun antar generasi ke generasi, mulai dari orang Jawa yang datang di Suriname melalui perbudakan pada zaman penjajahan Belanda lebih dari 100 tahun yang lalu. Total sampai sekarang sudah tiga generasi yang pernah hidup di salah satu negara di Amerika Selatan ini.

Bukan hanya bahasa Jawa saja yang diwariskan kepada generasi selanjutnya dari komunitas bangsa Jawa Suriname ini, melainkan juga budaya dan segala tentang Jawa pun turut dikembangkan di Suriname. Karena tidak pernah kontak dengan orang Jawa di Indonesia, maka budaya Jawa di Suriname berkembang dengan sendirinya sesuai persepsi orang Jawa Suriname. Wayang dan budaya Jawa lainnya pun masih ada di sana.

Meskipun orang Jawa yang ada di Suriname bisa dibilang cukup banyak dari keseluruhan penduduk Suriname, dan bahkan bahasa Jawa pun banyak dipergunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari oleh warga Suriname, khususnya masyarakat keturunan Jawa Suriname itu sendiri.

Bahasa Jawa yang digunakan di Suriname ini mungkin sama dengan bahasa Jawa yang berkembang di pulau Jawa pada 100 tahun yang lalu, sama seperti bahasa yang digunakan orang Jawa yang pertama kali datang di Suriname. Bahasa Jawa tersebut bukan bahasa Jawa halus atau kromo inggil seperti bahasa Jawa di Yogyakarta, melainkan bahasa yang sedikit kasar dan ngoko. Ini dikarenakan orang Jawa yang dipindahkan ke Suriname oleh penjajah Belanda sebagai buruh murah atau kuli kontrak di perkebunan-perkebunan gula ataupun kayu yang ada di Suriname ini kebanyakan berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jadi bahasa Jawa yang turun-temurun digunakan ini sedikit kasar dalam gaya bahasanya. Dan itulah dulu yang menjadi bahasa sehari-hari kaum buruh Jawa di Suriname.

Orang Jawa datang di Suriname dengan banyak cara, namun banyak yang dipaksa atau diculik dari desa-desa oleh Belanda. Tak hanya orang Jawa yang dibawa, namun juga ada terselip sebagian orang-orang Madura, Sunda, Batak dan daerah lain yang keturunannya menjadi orang Jawa semua di sana alias Jawa Suriname.

Tanggal 9 Agustus 2008 persis 118 tahun lalu orang Jawa diangkut ke Suriname untuk menjadi buruh kontrak. Sejak Suriname merdeka pada tahun 1975, banyak warga Suriname asal Jawa hijrah ke negeri bekas penjajahnya, Belanda.

Yayasan Rukun Budi Utomo dan Yayasan Peringatan Imigrasi Orang Jawa (STICHJI) memperingati peristiwa penting ini dengan menggelar pameran foto dan meluncurkan buku. Buku itu berjudul De Stille passanten, Levensverhalen van Javaans-Surinaamse ouderen in Nederland. (Orang lewat diam-diam, Riwayat hidup lansia Jawa Suriname di Belanda.)Aula Sekolah Tinggi Den Haag Haagse School dipenuhi suasana Jawa. Musik gamelan terdengar dari panggung, banyak pria mengenakan batik dan perempuan berkebaya terlihat di mana-mana.

Menurut Ibu Hariëtte Mingoen, penulis utama kumpulan riwayat hidup itu, buku ini ditulis karena sampai sekarang belum ada buku yang berisi riwayat hidup yang diceritakan oleh orang yang bersangkutan sendiri.

Harriët Mingoen: "Sejarah yang kita baca/mengerti, itu dari analisa-analisa arsip. Lalu itu yang menganalisa orang dari luar. Bukan orang Jawa dan bukan orang yang mengalami imigrasi sendiri."

Tradisi dan budaya
Ibu Mingoen, yang juga Ketua Yayasan Peringatan Imigrasi Orang Jawa (STICHJI), menambahkan buku yang disusun sekitar satu setengah tahun ini dapat dinilai mewah. Karena buku yang berisi potret para lansia Jawa ini memberi informasi baru tentang kehidupan mereka waktu masih di Jawa, di Suriname dan kemudian di Belanda. Orang-orang tua ini sekarang tinggal di Belanda.

Buku riwayat hidup dan potret para lansia Jawa yang disusun bersama seorang warga Indo-Belanda Ivette Kopijn itu, dibubuhi pengantar presiden pertama Suriname Johan Ferrier. Dalam sambutannya pria gaek ini menyinggung karakter orang Jawa dan mengucapkan terima kasih kepada mereka dan para penulis.

Ferrier: "Saya tahu, tidak gampang untuk meminta orang Jawa bercerita. Mereka tidak mau mencanangkan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Tapi mereka berupaya mengatasinya dengan enerji yang ada dalam diri mereka. Saya berterima kasih banyak kepada para pencerita yang bersedia memberi kesempatan kepada ibu-ibu penulis buku ini untuk menyuarakan diri mereka. Harriët, terima kasih."

Acara yang berlangsung sekitar 3 jam itu juga dihadiri oleh pejabat tinggi kota Den Haag, dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag. Menurut Wakil Kepala Perwakilan RI Djauhari Oratmangun, KBRI Den Haag selalu diundang kalau ada kegiatan masyarakat Belanda asal Indonesia seperti orang Jawa ini.

Djauhari Oratmangun: "Sejak beberapa tahun terakhir ini kita pun sangat aktif untuk merangkul mereka, orang-orang Jawa Suriname. Karena bagaimana pun darah yang mengalir di dalam tubuh mereka itu kan darah Jawa. Dan Jawa itu ada di Indonesia. Walaupun mereka sudah menjadi warganegara Suriname, tapi tradisi dan budaya masih tetap tradisi dan budaya Jawa."

Buku
Judul buku "Orang Lewat Diam-Diam" mengesankan seolah orang Jawa itu suka bungkam tidak mau menonjol seperti disinggung oleh mantan presiden Suriname tadi. Inilah yang mendorong Harriët Mingoen, sebagai ketua Yayasan Peringatan Imigrasi Orang Jawa (STICHJI) untuk menggalakkan warga Jawa Suriname keluar dari sarangnya.

Harriët Mingoen: "Oleh karena itu tujuan saya supaya setiap tahun kalau mengadakan peringatan Javaanse immigratie (imigrasi orang Jawa,red), supaya mengeluarkan hasil tertentu. Tahun ini buku, mungkin tahun depan produksi teater atau tahun depannya buku lagi. Supaya terlihat.

Suatu ambisi yang bagus yang mudah-mudahan berhasil. Tapi andaikan itu tidak berhasil, setidaknya melalui buku ini, dunia akan mengenal kehidupan generasi pertama orang Jawa Suriname yang berkarakter pendiam, tetapi bekerja keras[/spoiler]

peta:


fakta-fakta:
  • Strong>Pendapatan Terbesar Suriname berasal dari sektor pertambangan (bauksit, emas, dan minyak bumi), pertanian (beras dan pisang), serta peternakan (udang).
  • Strong>Suriname sudah mengenal Indonesia sejak masih dijajah Belanda. Begitu merdeka, negara ini langsung membuka hubungan diplomatik (hubungan resmi) dengan Indonesia. Selama ini, dengan Suriname, kita sudak melakukan kerja sama di bidang pembangunan, ekonomi, pariwisata, serta seni budaya.
  • Orang Jawa yang tinggal di Suriname masih bisa berbahasa Jawa dan memainkan gamelan Jawa. Mereka juga memelihara tradisi 1 Suro (tahun baru menurut kalender Jawa), macapat (melantunkan tembang khas Jawa), ludruk, kuda lumping, dan musik campursari.
sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/suriname-ini-disebut-sebagai-indonesia.html

Sepatu Bola Termahal di Dunia, Mencapai 2,1 Miliar


Kapten timnas Inggris dan Chelsea, John Terry menyumbang sepatu bola merek umbro termahalnya dalam acara lelang amal yang diselenggarakan Live The Dream Foundation milik Rio Ferdinand, 16 Desember 2009.

John Terry boots Diperkirakan sepatu tersebut bernilai £135,000 atau setara dengan Rp. 2.160.000.000,- (kurs Rp. 16.000,-).

Yang membuat sepatu tersebut bernilai tinggi adalah sepatu tersebut bertahtakan 84 berlian hitam dan dilapis dengan emas putih pada setiap lambang Umbro.

Dan di kedua ujung sepatu terdapat angka 6 yang berlapiskan emas, dan ditaburi berlian 27 karat serta safir 11 karat.

Sepatu tersebut dipakai oleh pemain berusia 29 tahun ini pada pertandingan melawan Belarusia pada tanggal 14 Oktober 2009

sumber: http://jasadh.wordpress.com/2009/12/15/inilah-sepatu-bola-termahal-di-dunia-mencapai-21-miliar/

Misteri kerajaan Shambhala


Selama ribuan tahun, ada sebuah rumor yang beredar, bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil, ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Sebuah kerajaan yang disebut Shambala.

James Hilton menulis mengenai kota mistik ini pada tahun 1933 di dalam bukunya yang berjudul "Lost Horizon". Hollywood lalu mengangkatnya dalam film produksi tahun 1960, "Shangri-la". Bahkan penulis terkenal James Redfield yang menulis The Celestine Prophecy juga menulis satu buku yang berjudul "The Secret of Shambala : In Search of the Eleven Insight." Shambhala yang misterius ini juga dianggap sebagai sumber bagi Kalachakra, yaitu cabang paling tinggi dan esoterik dalam mistik Tibet.

Legenda mengenai Shambhala sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kita bisa menemukan catatan tentang kerajaan ini di dalam teks-teks kuno seperti Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.

Kata Shambala (atau Shambala) berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "Tempat kedamaian" atau "Tempat keheningan". Kerajaan ini memiliki ibukota bernama Kalapa dan diperintah oleh raja-raja dinasti Kulika atau Kalki. Di tempat inilah makhluk hidup yang sempurna dan semi sempurna bertemu dan bersama-sama memandu evolusi kemanusiaan. Hanya mereka yang murni hatinya yang dapat tinggal di tempat ini. Disana mereka akan menikmati kebahagiaan dan kedamaian dan tidak akan sekalipun mengenal penderitaan.

Konon di kerajaan itu, cinta kasih dan kebijakanlah yang memerintah. Tidak pernah terjadi ketidakadilan. Penduduknya memiliki pengetahuan spiritual yang sangat mendalam dan kebudayaan mereka didasari oleh hukum, seni dan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan pencapaian yang pernah diraih dunia luar.

Banyak petualang dan penjelajah telah berusaha mencari kerajaan mistik ini. Menurut mereka, mungkin Shambala terletak di wilayah pegunungan Eurasia, tersembunyi dari dunia luar. Sebagian lagi yang tidak menemukannya percaya bahwa Shambala hanyalah sebuah simbol, penghubung antara dunia nyata dengan dunia yang ada di seberang sana. Tapi, sebagian orang lagi percaya bahwa Shambhala adalah sebuah dunia yang nyata.

Menurut Teks kuno Zhang Zhung, Shambhala identik dengan Lembah Sutlej di Himachal Pradesh. Sedangkan bangsa Mongolia mengidentikkannya dengan lembah-lembah tertentu di Siberia selatan.


Informasi mengenai kerajaan ini sampai ke peradaban barat pertama kali lewat seorang misionaris katolik Portugis bernama Estevao Cacella yang mendengar kisah ini dari penduduk setempat. Lalu pada tahun 1833, seorang cendikiawan Hungaria bernama Sandor Korosi Csoma bahkan menyediakan kordinat Shambhala yang dipercaya berada diantara 45' dan 50' lintang utara.

Menarik, menurut catatan Alexandra David Neel yang telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tibet, Shambala ternyata tidak hanya dikenal di Tibet. Jauh di utara Afghanistan, ada sebuah kota kecil yang bernama Balkh, sebuah kota kuno yang juga dikenal sebagai "ibu dari kota-kota". Legenda masyarakat Afghanistan modern menyatakan bahwa setelah penaklukan oleh kaum Muslim, kota Balkh sering disebut sebagai "Lilin yang terangkat" atau dalam bahasa Persia dikenal dengan sebutan "Sham-I-Bala". Entahlah, kita tidak tahu pasti apakah kota ini berhubungan dengan Shambhala yang misterius atau tidak.


Legenda Shambhala kemudian menarik perhatian seorang penganut esoterik dan teosofi bernama Nicholas Roerich (1874-1947). Dalam keingintahuannya, ia menjelajahi gurun Gobi menuju pegunungan Altai dari tahun 1923 hingga tahun 1928. Perjalanan ini menempuh 15.500 mil dan melintasi 35 puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Namun usaha yang luar biasa ini tetap tidak dapat menemukan kerajaan itu.

Bahkan Nazi yang juga sangat berkaitan dengan dunia esoterik pernah mengirim ekspedisi pencarian Shambhala pada tahun 1930, 1934 dan 1938.

Tapi, tidak satupun dari antara mereka yang berhasil menemukannya.

Edwin Bernbaum menulis dalam "The Way of Shambhala" :
"Sementara penjelajah mendekati kerajaan itu, perjalanan mereka menjadi semakin sulit dilihat. Salah satu pendeta Tibet menulis bahwa peristiwa ini memang dimaksudkan untuk menjauhkan Shambhala dari para barbar yang berniat untuk menguasainya."
Apa yang ditulis oleh Bernbaum sangat berkaitan dengan ramalan Shambhala. Menurut ramalan itu, umat manusia akan mengalami degradasi ideologi dan kemanusiaan. Materialisme akan menyebar ke seluruh bumi. Ketika para "barbar" ini bersatu dibawah komando seorang raja yang jahat, maka barulah kabut yang menyelubungi pegunungan Shambhala akan terangkat dan pasukan raja ini dengan persenjataan yang mengerikan akan menyerang kota itu.

Lalu raja Shambhala ke-25 yang bernama Rudra Cakrin akan memimpin pasukannya untuk melawan pasukan Barbar itu. Dalam pertempuran itu, raja yang jahat dan pasukannya berhasil dihancurkan dan umat manusia akan dikembalikan ke dalam kedamaian.

Beberapa cendikiawan seperti Alex Berzin, dengan menggunakan perhitungan dari Tantra Kalachakra, percaya bahwa peristiwa ini akan terjadi pada tahun 2424 Masehi.

Ketika kebudayaan timur bergerak ke barat, mitos Shambhala bangkit dari dalam kabut waktu. Saya rasa, kerinduan akan kedamaianlah yang telah menyebabkan umat manusia berusaha menemukan kerajaan utopia ini. Mungkin kita tidak akan pernah menemukan Shambhala, namun mungkin juga kita tidak perlu mencari terlalu jauh.

Sebuah kisah kuno dari Tibet menceritakan bahwa suatu hari ada seorang anak muda yang bersiap untuk mencari Shambhala. Setelah menjelajahi banyak gunung, ia menemukan sebuah gua. Di dalamnya ada seorang pertapa tua yang kemudian bertanya kepada anak muda itu : "Kemanakah tujuanmu sehingga engkau rela menjelajahi salju yang tebal ini ?"

"Untuk menemukan Shambhala," Jawab anak muda itu.

"Ah, engkau tidak perlu pergi jauh." Kata pertapa itu. "Sesungguhnya Kerajaan Shambhala ada di dalam hatimu sendiri."

Benarkah ada Shambhala di hati kita ?

sumber: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/12/misteri-kerajaan-shambhala.html

Jika Alat Kelamin Pria Dijadikan Makanan


http://1.bp.blogspot.com/_aXk2I2TJiUQ/SR_keXBagpI/AAAAAAAAC1k/5vZnLeTFHtM/s400/penis.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_aXk2I2TJiUQ/SR_kehFNZzI/AAAAAAAAC1s/URUvePdDyCA/s400/penis2.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_aXk2I2TJiUQ/SR_kesVuZmI/AAAAAAAAC10/ZvnN_hPtPn8/s400/penis3.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_aXk2I2TJiUQ/SR_ke7okf3I/AAAAAAAAC2E/PpfBRfdtCRI/s400/penis6.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_aXk2I2TJiUQ/SR_ke-ShNpI/AAAAAAAAC18/u2Nia0X8Etg/s400/penis5.jpg

sumber: kaskus.us

Paper Bag Yang Unik