Sabtu, 26 Desember 2009

6 Mata Uang yang Paling Tak Bernilai di Dunia

Uang adalah alat pembayaran penting dalam lalu lintas perdagangan dunia. Namun, mata uang di bawah ini sama sekali tidak bernilai meskipun dicetak dengan nilai nominal yang luar biasa besar, termasuk di dalamnya Rupiah Indonesia. Berikut adalah daftar 6 mata uang yang tidak bernilai di dunia.

1. 10 juta Dolar Zimbabwe = US$4
Bila Anda menganggap ekonomi Amerika buruk, coba bandingkan dengan ultra-super-hiperinflasi di Zimbabwe (269 juta persen), yang pernah menjadi salah satu negara terkaya di Afrika. Bank sentral negara ini belakangan ini mengeluarkan uang kertas Z$100 milyar (ya, Z$100,000,000,000). Jadi, apa yang dapat Anda gunakan dengan uang bernilai Z$100 milyar ini? Mungkin dua loaf roti (tak akan membuat Anda kenyang - Anda akan butuh setidaknya Z$250 milyar untuk makan siang).
Sejauh ini, negara hiperinflasi ini terpaksa mencetak uang senilai 100 juta, 250 juta dan 500 juta secepat mungkin. Kesemuanya hampir tak bernilai saat ini. Sudah biasa sekarang bagi warga Zimbabwe untuk mengatakan pengeluaran hariannya dalam trilyun (satu trilyun memiliki 12 nol).


2. 500,000 Dong Vietnam = US$30
Embargo oleh Amerika Serikat pada awal 1980-an mengguncang ekspor, membawa dampak pada pengontrolan harga dan percetakan mata uang yang berlebihan.


3. 100,000 Rupiah Indonesia = US$11
Selama krisis finansial Asia 1997, rupiah kehilangan 80 persen nilainya dalam kurun waktu beberapa bulan saja, menimbulkan banyak kerusuhan di Jakarta (dan langsung mengakhiri kepemimpinan Presiden Soeharto selama 32 tahun).


4. 50,000 Rial Iran = US$5
Sejak revolusi 1979, nilai inflasi Iran mencapai 15 persen, berkat harga minyak yang naik pesat.


5. 50,000 Dobra São Tomé = US$3.47
Ekonomi negara pulau Afrika ini bergantung pada harga ekspor utamanya, kakao, dan diberi tolak ukur terhadap euro yang dimiliki mitra dagangnya


6. 10,000 Franc Guinea = US$2.33
Tahun 2002, negara Afrika yang kaya akan mineral ini menolak melakukan reformasi yang disarankan International Monetary Fund; dana dari luar negeri dihentikan, dan bank sentral mencetak terlalu banyak uang.


http://haxims.blogspot.com/2009/12/6-mata-uang-yang-paling-tak-bernilai-di.html#ixzz0ao4PcnR8

Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia




Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.



Keluarganya di Cina, miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sebagai Basket Ball Girl.



Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.


ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana.



Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia

















Menghibur Teman Senasib dan .. Happy aja, Dan.. Tetap Tersenyum menyambut dunia ini.. 



giealfonsin.blogspot.com

Demi Sesuap Nasi Gan..

inilah Foto yang harus kita renungkan
































Foto Polisi Tembak Penculik Anak

Negosiasi polisi dengan penculik di China...cepat dan murah....


'I have 3 demands or I'll kill the boy!' (Saya punya 3 permintaan atau saya bunuh anak ini!)


Negotiators assess the situation from next door. (Ahli negosiator mempelajari situasi dari ruangan seblah)


Head Negotiator dispatched (Kepala negosiator dikerahkan)


Negotiations begin. (Negosiasi mulai)



Negotiations concluded. (Negosiasi selesai...cepet yah)




They probably spent $0.35 cents. (Mereka hanya menghabiskan $0.35 cents...untuk peluru doang kali)



haxim.blogspot.com


Malaysia Perkenalkan Sup Babi Versi Halal



Urusan klaim mengklaim oleh Malaysia entah itu budaya atau makanan dsb akhirnya mendapatkan kritikan dari kalangan ulama Malaysia.

Kali ini kritikan kalangan ulama Malaysia diberikan sehubungan dengan Pemerintah Malaysia tengah mendukung kampanye mempopulerkan sebuah sup, yang diklaim sebagai salah satu ciri khas Negeri Jiran itu.

Namun, kalangan ulama Islam menuntut pemerintah agar sup itu tidak memakai nama "Bak Kut Teh," karena berkonotasi mengandung daging babi.

Dalam suatu pameran kuliner yang mempromosikan makanan tradisional akhir pekan lalu, Kementrian Pariwisata Malaysia memperkenalkan hidangan baru: Bak Kut Teh versi halal. Maksudnya, tulang dan daging yang menjadi bahan utama sup itu bukan berasal dari babi, melainkan ayam, ikan, dan sayur.

Namun, maksud baik pemerintah itu mendapat kritik dari kalangan ulama Malaysia. Mereka keberatan bila hidangan itu tetap dinamai "Bak Kut Teh" walaupun memakai tambahan kata "halal."
Pasalnya, di kalangan masyarakat etnis China, Bak Kut Teh identik dengan sup daging dan tulang iga babi. Jadi, walaupun daging babi diganti dengan daging ayam atau ikan, hidangan halal itu bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim.

"Ini akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat," kata Ma'mor Osman, sekretaris jenderal Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia. "Bahkan (hidangan baru) itu bisa mengakibatkan umat Muslim merasa tidak apa-apa makan daging babi," lanjut Osman kepada kantor berita Associated Press.




Itulah sebabnya, Asosasi berencana mengajukan protes kepada Kementrian Pariwisata agar sup halal dicarikan nama lain. Bahkan, Departemen Pembangunan Islam - lembaga pemerintah yang mengurusi kebijakan-kebijakan Islam di Malaysia - tidak akan menerbitkan sertifikat halal bila Kementrian tetap menamakan sup itu "Bak Kut Teh."

Menurut deputi direktur Departemen Pembangunan Islam, Lokman Abdul Rahman, pihaknya khawatir bahwa umat Muslim akan mengambil pandangan yang salah sup itu tetap dinamai demikian.

Sebenarnya, makanan itu tidak saja populer di Malaysia, namun juga di China, Taiwan, Singapura dan Indonesia. Hidangan yang cocok menjadi lauk untuk nasi dan mi itu konon diperkenalkan di Malaysia (Malaya) pada abad ke-19 oleh para pekerja asal China, baik dari Canton (Hong Kong), Chaoshan, dan Fujian.(haxim.blogspot.com)