Senin, 08 Maret 2010

Persembahan Puteri Tercinta Menjelang Ajal Ibunda Terkasih


Sebuah klip YouTube dari Sarah Phillips ‘16 tahun sebagai tanda penghormatan kasih sayang untuk ibunya yang sedang sakit parah menjadi sensasi di internet setelah mendapatkan ribuan hits pengunjung secara online. Setelah mengucapkan salam perpisahan terakhir yang begitu mengharukan kepada ibunya yang tengah terbaring dalam koma, Sarah Phillips, 16, memutuskan untuk memberikan penghargaan pribadi untuk ibunya yaitu Debbie Phillips yang telah berjuang selama empat tahun melawan kanker.
Sendirian di kamar tidur, Sarah membaca kata-kata dari lagu “Musim Gugur”, karya penyanyi Skotlandia Paulo Nutini, dari internet. Kemudian, sambil memegang telepon genggam di tangan kiri dan menggunakannya sebagai alat perekam, dia menyanyikan lagu tersebut dengan sempurna tanpa musik, tanpa satu kesalahanpun. Empat setengah jam kemudian, Sarah dan seluruh keluarganya berkumpul di ’sisi tempat tidur Nyonya Phillips di rumah keluarga dan akhirnya ibunya menghembuskan nafas terakhirnya di usia 48.
Minggu lalu lagu yang direkam Sarah dirilis di situs YouTube hanya beberapa hari setelah pemakaman Nyonya Phillips, sebuah acara pemakaman yang dihadiri oleh lebih dari 400 keluarga dan teman-teman. Lagu itu di beri musik dan menjadi video klip keluarga – yang diambil selama dua dekade terakhir kehidupan Nyonya Phillips bahkan telah diubah menjadi sebuah film pendek. Hanya dalam waktu lima hari, klip YouTube mendapatkan ribuan “hits” dan segera menjadi sensasi internet global.
Sarah berbicara akhir pekan kemarin dan bertekad untuk merekam lagunya, yang pertama kali dimainkan di pemakaman ibunya demi mendapatkan puluhan ribu pound untuk riset kanker. Sarah, seorang murid di St Paul’s Girls ‘School, di London, mengatakan dia telah mengambil pelajaran menyanyi sejak ia berusia 11.
“Aku telah mengucapkan ’selamat tinggal’ ibu sehari sebelum kematiannya. Aku berkata: ” Aku mencintaimu. Dia hanya bilang dia ingin aku bahagia, tapi ia tidak bisa berbicara banyak karena napasnya sesak. “Dia kecewa dengan apa yang dia rindukan – melihat kami ketiga anaknya menikah dan mempunyai cucu. Sungguh dia akan menjadi nenek yang luar biasa.”
Sarah menyebutkan soal rekaman ke ayahnya tiga hari setelah kematian ibunya dan kerabatnya, Charlie Mole, seorang profesional komposer dan pencipta lagu, membantu mengeditnya dan menata musiknya. Video klip berasal dari rekaman keluarga terutama direkam selama liburan “Aku tidak pernah menyadari betapa mama menderita sekali karena dia selalu berusaha untuk membuat kami tidak marah karena sakitnya,” kata Sarah.
“Dia sangat tidak mementingkan diri sendiri – segala sesuatu yang dia lakukan adalah untuk orang lain. Aku selalu sangat dekat dengan ibu saya dan kami selalu menjadi keluarga yang bahagia. Aku punya begitu banyak kenangan indah saat semua bersama-sama.” Mr Phillips berkata, “dunia berubah” selama kunjungan keluarga ke Nice pada bulan April 2006. Mrs Phillips ditelepon mengenai hasil tes medis yang menunjukkan “masalah serius”. Pasangan itu kembali ke Britania dan Nyonya Phillips menjalani operasi untuk kanker serviks Ternyata tumor terlalu besar untuk di angkat.
Setelah melihat hasil kesuksesan kemoterapi dan radioterapi, Mr Phillips duduk di depan layar komputer on Nov 3, 2006 dengan gembira, dan menulis sebuah email, dengan air mata mengalir di wajahnya, mengatakan istrinya telah diberi tahu oleh dokter dan akan segera kembali pulih. Namun, pada Maret 2008, penyakit kankernya kambuh kembali.” Sejak saat ia sakit, Nyonya Phillips tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi bagaimana untuk menjaga keluarganya semua. Pada awal April 2008, Nyonya Phillips mengalami pendarahan otak dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah istrinya jatuh ke dalam koma selama dua belas jam, Mr Phillips mendapatkan serangan jantung di kamar rumah sakit. Sehingga dokter harus berjuang untuk menyelamatkan kehidupan mereka berdua.
Namun, keduanya akhirnya pulih dan diizinkan pulang ke rumah beberapa hari kemudian di mana mereka dipanggil “John dan Yoko” ketika mereka bersama-sama beristirahat di tempat tidur dan sembuh dari penyakit serius masing-masing.
Namun, Nyonya Phillips sekarang terkena tumor otak. Dengan melakukan radioterapi dan kemoterapi, Nyonya Phillips kehilangan rambutnya, tapi kesehatannya terus menurun. Mrs Phillips menghabiskan 14 bulan terakhir hidupnya dalam kebutaan karena pengaruh tumor otaknya. “Dia sering di menjerit kesakitan mulai bulan November tahun lalu,” kata Mr Phillips. “Mereka memberikan radioterapi di rumah sakit, bahkan memperburuk tumor, tetapi mereka harus melanjutkan atau Debbie akan mati.”
Akhirnya, setelah mencapai ulang tahun perkawinan 25 Agustus lalu dan mendengar Sarah bernyanyi dalam konser Natal sekolah, Nyonya Phillips meninggal di rumah pada awal Februari 11 jam. Dalam waktu satu jam, Mr Phillips mengirim email keseluruh keluarga dan teman-teman: “Debbie pada 2:35 telah berangkat pergi dengan sangat damai. Aku tahu itu terdengar seperti klise, tapi itu benar.
“Dia memiliki aku dan Jack di satu sisi, Katy dan Sarah di sisi lain dan orangtuanya di sisinya juga. Kita semua bisa mengatakan bahwa kami mencintainya … aku kehilangan sahabatku dan kasih hidupku. Mr Phillips berkata: “Ketika saya mengatakan bahwa Debbie dicintai semuanya, saya tidak melebih-lebihkan itu. Dia itu hangat, baik dan selalu tertawa.
“Dia sangat brilian. Dia sangat populer dan setidaknya banyak orang menganggap Debbie sebagai sahabat mereka.” Mrs Phillips meninggal dua hari sebelum ulang tahun ke-30 perkenalan mereka, ketika ia datang ke universitas untuk wawancara dan saya mahasiswa hukum tahun pertama. Mr Phillips, dan ketiga anaknya menerima dengan baik kematian Nyonya Phillips dan mereka berharap dapat membantu mencari dana untuk penelitian kanker serviks, terutama melalui YouTube Persembahan Sarah. “Lagu itu indah dan saya sangat bangga dengan kinerja dan upaya Sarah menggunakannya untuk mengumpulkan uang.”
Dalam tujuh halaman pesan, Mr Phillips membaca pesan yang didiktekan kepada keluarga dan teman-teman dari istrinya tidak lama sebelum ia meninggal. Dia berkata: “Pesannya melalui diriku untuk Katy, Sarah dan Jack adalah: bahwa itu adalah kenikmatan terbesar mama telah melihat bagaimana kalian semua telah dewasa, dan berprestasi. “Ini adalah penyesalan terbesarnya bahwa dia akan kehilangan begitu banyak hal dan tidak dapat menemani ketiga masa depan anaknya yang indah. Dia berkata:” Teruslah melakukan apa yang kalian lakukan dan kalian akan baik-baik saja. “”
The Debbie Phillips Cervical Cancer Research Fund akan mengumpulkan uang untuk UCL Cancer Institute Research Trust.


sumber: http://kangboed.wordpress.com/2010/03/08/persembahan-puteri-tercinta-menjelang-ajal-ibunda-terkasih-hit-youtube/

Minggu, 07 Maret 2010

SISWA DI-DO DARI SEKOLAH KARENA FACEBOOK SHOCK


Klik untuk melihat foto lainnya...
Tanjungpinang - Edy Trisno Arifin mengaku anaknya terpukul akibat dikeluarkan dari sekolah, setelah berkomentar di jejaring sosial Facebook bersama tiga orang temannya yang dituduh menghina salah seorang guru.
"Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di kediamannya Jalan Brigjend Katamso, Tanjungpinang.
Edy merupakan orang tua dari salah seorang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.
Dia menuturkan, anaknya AN bersama tiga orang temannya MA, AR dan YK sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah.
"Sampai tengah malam mereka dibantu teman-temannya berusaha mendatangi guru-guru di SMA 4 untuk meminta maaf, bahkan mereka mau bersimpuh di hadapan guru-guru tersebut meminta maaf dan menyatakan penyesalan, namun hanya sebagian guru yang bisa ditemui." ujarnya bersedih.
Yang lebih menyedihkan menurut dia, di saat dia dan istrinya melihat anak mereka hanya duduk di lantai depan kelas karena tidak diizinkan mengikuti pelajaran oleh wali kelas.
"Saya bersama ibu AN menangis di sekolah tersebut melihat anak saya tidak boleh belajar dan hanya duduk di depan teras ruang kelasnya," ujarnya sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.
"Kami juga kecewa kenapa pihak sekolah tidak memberikan sanksi lain selain dikembalikan kepada orang tua, bukan kami membenarkan tindakan anak kami, karena guru adalah orang tua siswa di sekolah," katanya.
Edy mengaku masih trauma mengingat kejadian yang menimpa anaknya tersebut, namun merasa bersyukur anaknya masih diterima di salah satu SMA negeri di Tanjungpinang.
"Kami merasa bersyukur masih diterima di sekolah lain, karena sebelumnya salah seorang teman AN sempat ditolak oleh sekolah itu karena sekolah tersebut sudah mendapat laporan dari SMA 4 kalau anak-anak kami melakukan perbuatan itu," ujarnya.
Edy mengaku anaknya tersebut juga aktif di sekolah dan pernah menjadi utusan sekolah mengikuti lomba "grafity" tingkat SMA di Kabupaten Bintan dan mendapat juara pertama.
"Dia juga tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Tanjungpinang tahun 2009," ujarnya.
Dia berharap, guru-guru di sekolah proaktif dalam memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai kerugian, bahaya maupun keuntungan dari jejaring sosial Facebook tersebut, agar siswa dapat memahami.
"Sebagai orang tua di sekolah, hendaknya guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya maupun manfaat dari jejaring sosial Facebook ataupun mengenai pengetahuan dalam mengakses dunia maya tersebut," harapnya.[*/ito]


Sumber : INILAH.COM / 14-02-2010

INTERNET BELUM DIMANFAATKAN SECARA POSITIF OLEH PELAJAR


Klik untuk melihat foto lainnya...
PADANG--MI: Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak bermanfaat.

"Meski kini teknologi itu mudah diperoleh, namun hanya sedikit yang memanfaatkannya bagi kemajuan ilmu pengetahuan," kata Guru Besar UNP itu di Padang, kemarin.

Menurut dia, kini akses internet itu sangat mudah diperoleh, seperti di kampus-kampus serta sejumlah lokasi umum lainnya.

"UNP saja sudah menyediakan akses wireless, dengan bermodal satu laptop saja kita sudah bisa berinternet di mana-mana, namun sejauh ini tidak banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk hal positif," katanya.

Nurtain mengatakan, dari pantauannya mahasiswa kebanyakan hanya mengakses situs jejaring sosial seperti 
facebook, bukan situs-situs pendidikan.

"Dimana-mana mahasiswa itu saya lihat hanya membuka facebook, dan men-
download film serta lagu padahal mereka bisa melakukan hal yang berguna lain," katanya.

Menurut dia, sangat banyak informasi yang bisa didapat dengan mengakses internet di antaranya sejumlah situs-situs pendidikan baik dalam maupun luar negeri.

Keuntungan yang bisa diperoleh, kata Nurtain, di antaranya bisa mendapatkan informasi beasiswa, penelitian serta sejumlah bahan untuk mendukung perkuliahan.

Sehubungan dengan itu, Prof. Nurtain menyarankan agar para mahasiswa lebih kreatif dan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi itu untuk hal-hal yang positif dan membawa kemajuan bagi dirinya sendiri dan masa depan.

"Jangan sampai teknologi itu hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak berguna," katanya. (Ant/OL-07)



Sumber : Media Indonesia.com / 14-02-2010

TAMPAR SISWA NONTON FILM PORNO, PAK GURU DIADILI


Klik untuk melihat foto lainnya...
JAMBI, KOMPAS.com - Ahmad Guntur, guru SMPN 20 Talang Bakung Kota Jambi, terdakwa kasus pemukulan terhadap siswanya, M Tandriadi, yang tertangkap menonton film porno lewat telepon seluler saat jam pelajaran, mengaku pasrah menunggu tuntutan jaksa penuntut umum.

"Saya pasrah dan siap menunggu tuntutan dan hukuman yang akan diterima,"katanya.

Semestinya, jaksa penuntut umum (JPU) Yusuf Lukita sudah membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Rabu kemarin. Namun agenda hari itu dibatalkan karena surat tuntutan belum siap.

JPU Yusuf Luqita belum mengaku masih menunggu tuntutan yang kini sedang diproses di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Sidang terdakwa Guntur akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda tetap mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

Luqita mengatakan, tuntutan terhadap Ahmad Guntur dibuat pihak Kejati dan JPU sudah mengajukan pertimbangan.

Sebelumnya pada persidangan pembacaan surat dakwaan dan pemeriksaan saksi, di pengadilan beberapa waktu lalu, terungkap bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi, menyesalkan sikap orangtua korban karena anaknya dibiarkan memiliki ponsel yang isinya film porno yang kemudian tertangkap gurunya di kelas dan oleh sang guru dipukul.

Ketua majelis hakim Suryono yang menyidangkan perkara itu mengatakan, orangtua korban keterlaluan membela sang anak yang sudah jelas juga bersalah karena tertangkap membawa ponsel yang isinya film porno kemudian dipertontonkan kepada siswa lainnya di sekolahan.

Majelis hakim juga menyatakan, kasus ini terlalu dipaksakan karena dalam berkas perkara penyidikan (BAP) itu tidak disebutkan penyebab guru itu melakukan aksi pemukulan atau menampar muridnya yang menjadi korban dalam persidangan tersebut.



Sumber : Kompas.com / 18-02-2010

MENGHINA DI FACEBOOK, DIVONIS 2,5 BULAN PENJARA


Klik untuk melihat foto lainnya...

BOGOR--MI: "Eh lu, gak usah ikut campur gendut, kaya tante-tante, gak bisa gaya, norak lu..." Itulah sekelumit bagian dari isi pesan penginaan Nurarafah alias Farah, 18, yang ditujukan ke Felly Fandani Julistin Karnories, 18. 

Keduanya adalah pelajar yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di sekolah yang berbeda di Kota Bogor. Pesan itulah yang membuat Farah, asal Dumai, Riau, harus menelan pelajaran pahit. Karena pesan yang ditulis di walljejaring sosial facebook, Farah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bogor 2 bulan 15 hari hukuman penjara. 

Vonis itu dibacakan hakim tunggal Ekova Rahayu Avianti dalam persidangan di ruang Pengayoman, PN Bogor, Jalan Pengadilan, Kota Bogor, Selasa (16/2) siang. Selain terdakwa, sidang tersebut juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusi D Diana dan kekasihnya Ujang Romansyah yang merupakan objek dari awal mulanya kasus tersebut. 

Ekova memvonis Farah bersalah karena telah melakukan tindak pidana memfitnah dengan menggunakan media facebook. "Farah bersalah melakukan tindak pidana memfitnah. Dan karena itu saya menjatuhkan vonis 2 bulan dan 15 hari penjara. Tapi hakim memerintahkan dia untuk tidak menjalaninya. Terkecuali terpidana terkena perkara lain dalam masa lima bulan, maka hakim akan memerintahkan dia untuk menjalani hukuman tersebut," jelas hakim Ekova. Selain divonis 2,5 bulan, terhadap Farah, majelis hakim juga membebankan biaya perkara sebesar Rp5 ribu. 

Ekova menjelaskan hal yang memberatkan adalah tindakan Farah telah membuat malu Felli. Selain itu, Farah juga tidak menggunakan kecanggihan teknologi secara positif. Sedangkan yang meringankan adalah usia Farah dan Felli masih anak-anak atau di bawah umur (17 tahun, red). Selain itu juga, selama persidangan Farah juga berlaku sopan dan antara keduanya (Farah dan Felli) sudah saling memaafkan. 

Farah divonis dengan Pasal 310 dan 311 KUHP yakni tentang pencemaran nama baik dan fitnah. Usai sidang, Farah mengatakan bahwa apa yang terjadi dan hukuman yang dijatuhkan majelis hakim adalah pelajaran yang sangat berarti bagi kelanjutan hidupnya di masa yang akan datang. "Saya terima vonis tadi. Ini pelajaran buat saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi hal serupa," kata Farah. (DD/OL-04)


Sumber : Media Indonesia.com / 16-02-2010