© Giealfonsin.blogspot.com
Senin, 21 Juni 2010
Wanita Pemarah dan Emosi Bakal Punya Banyak Anak
Studi Universitas Sheffield mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dan laki-laki dipengaruhi sifat dan kepribadiannya. Dengan kata lain, prediksi jumlah keturunan bisa dilakukan lewat kepribadiannya. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita emosional dan laki-laki dengan kepribadian terbuka memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Mereka cenderung memiliki banyak anak.
Waspada, bagi para wanita, suka marah potensi punya anak banyak
Para peneliti mengumpulkan data dari empat desa di pedalaman Senegal. Mereka menganalisa hubungan antara kepribadian setiap pasangan rumah tangga dan jumlah serta kesehatan keturunannya. Analisa dilakukan dengan parameter lima sifat dasar manusia.
Studi menyimpulkan, wanita yang memiliki tingkat emosional tinggi seperti mudah cemas, depresi, dan murung, memiliki anak 12 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang memiliki emosi stabil. Kondisi ini banyak ditemui di kalangan keluarga dengan status sosial tinggi.
Sementara pria yang memiliki kepribadian ekstrovert atau suka bergaul dengan lingkungan sosial memiliki kemampuan menghasilkan keturunan 14 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kepribadian tertutup. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian seseorang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi jumlah keturunannya,” kata Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield.
Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Dr Alexandra Alvergne dari Departemen Antropologi Universitas College London, dan Markus Jokela dari Universitas Helsinki, Finlandia. Seperti dikutip dari laman India Times, hasil studi itu telah dipaparkan dalam National Academy of Sciences.
© vivanews
PIZZA dan SUSHI terbuat dari Laba-laba, Ulat, dan Serangga lainnya Artikel ini diAmbil Dari => http://haxims.blogspot.com/2010/06/pizza-dan-sushi-terbuat-dari-laba-laba.html#ixzz0rYidDBTQ
Tanoshii Konchu Ryhori' adalah nama sebuah buku masak yang penuh dengan resep makanan dari serangga. Buku ini diterbitkan oleh Shoichi Uchiyama, yang mengumandangkan agar orang-orang memakan serangga daripada hewan. Uchiyama tinggal di Tokyo dan mempunyai ijin sanitasi makanan. Menurut Uchiyama, studi akademik menunjukkan bahwa serangga kayak akan nutrisi dan bahkan banyak serangga yang mempunyai nutrisi yang lebih seimbang daripada ikan. Selain itu, serangga lebih cepat besar dan membutuhkan maknan yang lebih sedikit daripada hewan maupun ikan. Serangga juga tidak memakan tempat sehingga tidak akan bersaing dengan manusa.
Walaupun alasan Uchiyama ini aneh akan tetapi Organisasi UN Food Agriculture setuju dengan pendapatnya.
Di dalam buku resep serangga nya itu, kalau anda membuka di halaman ke 256, maka anda akan mellihat banyak sekali (ada 64 foto) resep berbagai makanan yang terbuat dari serangga. Dari pizza yang taburin dengan laba-laba, ulat-ulat, dan serangga lainnya sampai dengan resep kecoa yang direndam dengan cuka pink. Ada juga sushi-sushi yang terbuat dari serangga. Ihh...mendengarnya aja sudah geli, apalagi memakannya ya. Berikut foto-foto dari sushi dan pizza yang dari serangga tersebut.
Pizza dari laba-laba
Sushi dari banyak sekali ulat-ulat
Sushi dari laba-laba
Sushi dari berbagai serangga lainnya
© Giealfonsin.blogspot.com
Alasan Wanita Tergila-gila pada Sepatu
Selain pakaian, wanita juga selalu tertarik dengan berbagai model sepatu yang up to date. Bahkan, tak jarang para wanita itu rela memburu berbagai model sepatu unik hingga ke luar negeri. Selain sebagai penunjang penampilan, sepatu juga seringakali digunakan sebagai benda koleksi layaknya perangko.
- Sepatu bisa mengubah dan menggambarkan suasana hatiSelain pakaian, menggunakan sepatu dengan model dan warna yang menarik bisa menunjang suasana hati. "Mirip dengan mengonsumsi obat penenang, aneka model sepatu yang menarik perhatian mata juga bisa menenangkan suasana hati,” ujar Martin Lindstrom, ahli branding untuk perusahaan Fortune 100 dan penulis 'Buyology: Truth and Lies About Why We Buy'.
Selain bisa memperbaiki suasana hati, membeli sepatu baru juga bisa merangsang area korteks prefrontal otak, yang bisa membuat seseorang lebih semangat. "Sepatu adalah barang koleksi, banyak wanita sengaja membelinya hanya sebagai barang pajangan. Mereka seperti patung,” kata Suzanne Ferriss, PhD, editor dari 'Footnotes: On Shoes'.
Akibatnya, mengumpulkan setiap jenis sepatu setidaknya menimbulkan semangat yang tingkat kepuasannya sama dengan seorang kolektor perangko. Rata-rata kolektor perangko senang saat mendapatkan perangko langka, begitu juga dengan pecinta sepatu.
- Sepatu bisa tunjukkan kekuasaan
Profesor Antropologi di Universitas Rutgers, Helen Fisher PhD menyatakan, secara biologi sepatu terutama yang berhak bisa menunjukkan kelas sosial seseorang, terutama di tempat kerja. "Sepatu hak tinggi secara harfiah dapat meningkatkan status Anda karena Anda lebih tinggi saat Anda memakainya."
Heels membawa signifikasi historis juga, menambah daya tarik mereka. Dalam abad sebelumnya, hanya orang kaya yang memakai sepatu hak tinggi. Kebanyakan orang yang bersepatu tanpa hak, rata-rata memiliki jabatan biasa dengan kata lain hanya sebagai karyawan biasa. "Sepatu adalah ukuran kelas," kata Fisher.
- Kecondongan SeksualMenurut Daniel Amen, MD, penulis The Brain in Love, pikiran kita terstruktur dengan cara yang dapat mengaitkan kaki dengan seks. "Wilayah otak yang berkomunikasi dengan alat kelamin yang benar di sebelah area yang berhubungan dengan kaki," kata Dr. Amen.
Sementara Seksolog asal Italia, Dr. Maria Cerruto, mengungkapkan ketika seorang wanita memakai sepatu hak tinggi, otot-otot serta dinding vaginanya berkontraksi, yang akan terus terlatih dan menjadi kencang. Jika otot dan dinding vagina yang kencang akan memberi kenikmatan bagi pasangan yang melakukan hubungan seks.
© cosmopolitan.com
Langganan:
Postingan (Atom)