Kamis, 26 Agustus 2010

5ARTIS INDONESIA YANG BERANI TAMPIL SEKSI DI LAYAR TELEVISI


Artis seksi ? alasan mereka tampil seksi biasanya hanya satu yaitu, waduuh sayakan harus profesional jika pekerjaan menuntut saya tampil seksi ya saya akan tampil seksi.. walah-walah, kalo pekerjaan nuntut bugil?? yaitu lah mereka senang tampilseksi dengan alasan pekerjaan selebritis, gak laku kayanya kalo gak seksi, sepertiyang terbaru ini eno lerian yang maen layar lebar pake bikini doank..

Siapakah sosok 
5 aktris cantik paling berani seksi diantara aktris-aktris indonesia yang lainnya? Ada beberapa aktris indonesia berani tampil habis-habisan untuk menunjukkan kemampuan aktingnya di layar lebar, bahkan di antara aktris tersebut pun berani menunjukkan lekuk tubuhnya. Nah ini dia, aktris-aktris seksi nan cantik tersebut :
1. Nama Julia Perez (Jupe)
paling cocok diletakkan di atas daftar aktris paling berani seksi. Penampilan bugilnya di "Sumpah Ini Pocong", sanggup membuat beberapa penontonnya menahan nafas sejenak.


Namun Jupe tidak mengira kalau dalam 'Sumpah Ini Pocong', ia harus telanjang. Apalagi dalam skenario awal yang ia terima, tidak ada sama sekali penjelasan soal adegan tersebut.

"Aku sempat merasa terjebak. Awalnya aku berdebat, aku nggak mau. Tapi aku tahu aku harus profesional, asal dari belakang diambilnya," jelas Jupe beberapa saat lalu.

2. Setelah Jupe, penampilan seksi
 Rahma Azhari di 'Pocong Kamar Sebelah' nggak kalah panasnya. Meskipun Rahma belum membenarkan aksi bugilnya, namun ia cukup menuai kontroversi di debutnya sebagai pemeran utama.


3. Dewi Persik
juga tidak ketinggalan tampil panas di layar lebar. Namun di antara film yang dibintangi, Dewi tampak paling seksi di 'Tali Pocong Perawan' dengan beberapa kostum minimnya. Di film tersebut, istri Aldy Taher itu tampil bersama Ramon Y. Tungka.

http://media.vivanews.com/thumbs/54847_dewi_persik_thumb_300_225.jpg
4. Dua aktris lain yang berani tampil seksi adalah penyanyi Aurakasih dan
(5). Andy Soraya (Anda Puas Kami Loyo). Di film pertamanya, 'Asmara Dua Diana', Aura pun beradegan dengan lingerie transparan berwarna hitam. Sementara Andy Soraya di 'Anda Puas Kami Loyo' tidak ikutan bugil namun tubuhnya hanya terbalut bra. "Terus terang saya deg-degan saat melakoni adegan itu, karena saya belum pernah buka baju di depan orang yang tidak saya kenal, kecuali di depan perempuan" ujar Andy.

 
Nah, itu beberapa aktris yang berani tampil seksi di layar lebar. Siapakah diantara 5 aktris di atas yang paling seksi menurut Anda?
sumber http://topnews89.blogspot.com/2010/07/daftar-selebritis-cantik-indonesia-yang.html

Siti Fadilah Supari Bilang Flu Burung Adalah ''Man-Made Disease''

Indonesia, negara yang mudah dipengaruhi dengan perintah-perintah negara barat, namun pernyataan itu tidak selalu benar. Ada seorang wanita yang berasal dari Surakarta ini menegaskan bahwa kita harus membangkang apa perintah mereka, khususnya dari hal perintah farmasi Internasional, siapakah dia? ialah Siti Fadilah Supari (Menkes s/d 2009), mari kita liat biografinya


Sumber: http://awan965.wordpress.com/2008/03/13/buku-siti-fadilah-supari-menguak-konspirasi-jahat-as/, http://newyorkermen.multiply.com/journal/item/224?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem,dan mbah google.


Biografi



Lahir: Surakarta , 6 November 1949
Pekerjaan: Dosen,Dokter,Menkes
Suami: Muhammad Supari
Masa Jabatan Menkes: 21 Oktober 2004- 22 Oktober 2009
Pendidikan : UGM (S1/1972), UI (S2/S3/1996)


Ia Pun Bikin Getar WHO, PBB, dan AS




Dengan adanya buku ''Saatnya Dunia Berubah!Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung (2008)'' dengan penulis ia sendiri, dia berhasil menguak konspirasi AS dan WHO karena kedua pihak itu telah mengembangkan senjata dan membuat virus. Dengan adanya Virus dan senjata biokimia, negara adikuasa seperti AS dan Eropa dapat menggunakan kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus H5N1 ''Flu Burung''. Uniknya, ia pun juga menuai protes dengan petinggi-petinggi WHO.

Ia pun juga curiga dengan adanya saat Indonesia dilanda virus flu burung 2005 silam ia kelabakan. Obat tamiflu, namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara maju yang tak terkena kasus virus flu burung sama sekali . Ditengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong, dan perintah itu diikuti Fadilah. Menkes ini juga meminta laboratorium litbangkes melakukan penelitian hasilnya ternyata sama, tapi mengapa WHO CC meminta sampel untuk dikirim ke Hongkong?, ternyata mereka menyolong virus itu untuk diperjualbelikan
sebagai vaksin-vaksin, ia pun marah dan terus mengejar WHO CC untuk mengembalikan 58 virus asal Indonesia yang konon telah disimpan di Bio Health Security, sebuah lembaga penelitian senjata biologi pentagon.



What She Did And What She Shouts For


Ia pun menyatakan mereka telah mencari keuntungan dari penyebaran flu burung (H5N1) dengan menjual vaksin ke negara kita sendiri. Situs Berita Australia yang bernama The Age mengutip buku Fadillah dengan mengatakan Pemerintah AS dan WHO berkonspirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus H5N1, Fadillah berkata

''Kegerahan itu saya tak tanggapi, kalau mereka gerah ya monggo nawon , betul apa enggak, mari kita buktikan bukan saja yang bikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan, negara-negara maju menindas kita! lewat WTO, Freeport, dan lain-lain. Coba kalau tidak ada, kita sudah kaya!''-Siti Fadilah Supari-

Dan seorang eks-Menkes ini juga mengedarkan edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1000 eksemplar dengan cetakan Indonesia/Inggris dengan total stock buku sebanyak 2000 eksemplar.Dia pun juga menyiapkan ulasan nya dalam jilid kedua.

''Saya sedang menulis jilid kedua, di dalam buku itu saya akan beberkan semua bagaimana pengalaman saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah pemerintahan George Bush''-Siti Fadilah Supari-

Siti Fadilah pun enggan berkomentar dengan pak SBY yang memerintahkan untuk menyatakan ''banned'' untuk bukunya dan menariknya dari peredaran , dan ia pun menjawab di jumpa pers

'' Bukunya sudah habis, yang bahasa Indonesia sebagian, sebagian nya lagi, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis dan sebagian dijual di toko buku, yang bahasa Inggris Dijual''
-Siti Fadilah Supari-


Apresiasi dam Komentar Dari Media

(You Wanna Piece To Me USA?Bring it On!)

Dengan adanya kabar bahwa AS akan menjanjikan imbalan militer berupa senjata berat dan tank jika Pemerintah Indonesia bersedia untuk menarik buku dari peredaran dan mengubah kebijakan pemerintah AS dan WHO .

Majalah Economist London telah mengapresiasikan Fadilah sebagai contoh tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
''Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi''-The Economist Magazine-

It Concludes


Saya pun salut dengan eks-Menkes ini, ia pun tak pernah menyerah untuk menguak kebenaran dan menghapuskan persekongkolan negara-negara maju untuk menghancurkan dunia melalui virus ini, to me ''She Is a Real Left Thinker''.Trims For This Page (Vito Left Thinkers

lintasberita.com

Pengendalian Biologi dan Kesehatan, Konspirasi di Balik Terciptanya Pandemi Untuk Pemusnahan Massal Manusia


Hidup di dunia ini bagikan hidup di arena tipu muslihat dan penghianatan. Sejak Adam a.s. diturunkan kemuka bumi, selalu saja ada pertentangan antara kebaikan dan keburukan. Lalu sejak zaman mesir kuno dunia sudah mengenal pertentangan itu sebagai konspirasi. Era-pun berganti, jika salah satu konspirasi zaman dahulu dibuat oleh tukang batu (freemasonry). Maka sejak Era Industri, dunia sudah membuat periode konspirasi  yang termutakhir yaitu pengendalian biologi.

Dibalik Pemusnahan Suku Indian

Jauh sebelum Amerika Serikat terbentuk menjadi sebuah negara, kekuatan yang mengatur dan mengendalikan tanah yang baru tersebut adalah terorisme, pemusnahan masal, dan perang biologi melalui penyebaran kuman-kuman dan penyakit-penyakit terhadap penduduk aslinya. Salah satu penyerangan yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan oleh Jendral Jeffrey Amherst.

Beberapa data yang tertuang dalam the Atlas of the North American Indian, and the Conspiracy of Pontiac and the Indian War after the Conquest of Canada, menunjukkan bahwa pahlawan militer yang terkenal ini, telah “menyetujui” pendistribusian selimut dan sapu tangan yang telah terkontaminasi bibit cacar untuk digunakan sebagai alat perang wabah penyakit terhadap Indian Amerika. Bahkan ada bukti tertulis berupa surat yang ditulis sendiri oleh Jeffrey Amherst.
 
Dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet Komandan angkatan bersenjata Inggris, Jenderal Amherst bertanya“Tidak bisakah diatur suatu cara bagi pengiriman bibit campak kepada suku-suku Indian yang tidak menyenangkan itu? Dalam hal ini kita harus menggunakan berbagai strategi untuk dapat mengurangi jumlah mereka.”  Bouquetmenjawab, “Saya akan mencoba untuk menularkan penyakit tersebut kepada mereka melalui selimut-selimut yang akan jatuh ke tangan mereka dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak ikut tertular.”

Sangat jelas terdokumentasikan dalam catatan milikWilliam Trent tertanggal Mei 24, 1763, seorang komandan militer lokal dari Pittsburgh. “Kami memberi mereka dua selimut dan sebuah sapu tangan yang kami ambil dari Small Pox Hospital. Saya harap hal itu akan menimbulkan dampak yang diharapkan.” Epidemi cacar secara cepat tersebar diantara lelaki, wanita dan anak-anak suku Pontiac(suku Indian).

Jenderal Amherst sangat terkesan atas hasil yang sangat efektif pada perang kuman tersebut, sehingga dalam suratnya kepada kolonel Henry Bouquet tertanggal 16 Juli 1763, dia mengesahkan PERANG BIOLOGI SEBAGAI KEBIJAKAN RESMI AMERIKA dan memerintahkan penyebaran selimut-selimut yang telah terinfeksi campak untuk “memusnahkan para Indian” dan menyarankan agar Bouquet “mencoba metode-metode lain yang dapat memusnahkan ras yang buruk ini.” Dalam suratnya tertanggal 26 Juli 1763, Bouquet menjawab surat Amherst dan mengkonfirmasikan bahwa “seluruh petunjuk anda akan kami perhatikan”.
Seratus tahun kemudian, Secara berkala, penggunaan kuman sebagai senjata dalam peperangan telah menjadi kebijakan AS. Secara berkala, sepanjang abad ke 19, angkatan bersenjata AS menyebarkan selimut-selimut dan benda-benda lain yang telah terkontaminasi bibit penyakit kepada suku asli Amerika, termasuk mereka yang telah ditahan di kemp-kemp konsentrasi (Pemerintah secara resmi menyebut lokasi ini sebagai “wilayah reservasi/ reservations”). Tujuan dari serangan biologi ini adalah untuk memusnahkan dan membunuh sebanyak mungkin Indian Amerika, jika tidak menghancurkan mereka semua.

Pemerintahan awal Amerika, juga kemudian Pemerintahan Amerika Serikat yang berdiri secara sah, tidak pernah menganggap Suku asli Amerika sebagai manusia. (Mereka menganggap suku asli sebagai makhluk yang tidak diinginkan, dan berkualitas dibawah manusia.)

Agen penyebar penyakit yang digunakan yang tercatat dalam sejarah bukan hanya cacar. Saat ini merekapun menggunakan Variola, yang dapat disimpan dalam kondisi kering, juga kolera dancacar. Metoda penyebaran yang mereka pilih masih melalui penyebaran selimut-selimut dan alat-alat lain yang didistribusikan kepada para Indian.

Di tahun 1900, Angkatan bersenjata Amerika Serikat mulai bereksperimen dengan berbagai macam senjata biologi, sebagian diantaranya digunakan pada tahanan perang baik warga Amerika maupun asing. Para korban termasuk lima orang tahanan warga Filipina yang tercemar berbagai macam jenis penyakit, dan 29 tahanan yang secara sengaja ditularkan penyakit beri-beri.

Di tahun 1915, Agen-agen pemerintah mulai melakukan percobaan dengan racun-racun yang dapat menyerang dan menghancurkan otak dan sistem syaraf pusat. Dua belas orang Amerikayang ditahan di penjara Mississippi tercemar pellagra. (kekurangan Vitamin B3 atau niacin).

Warga Puerto Rico yang Malang

Pada tahun 1931, Dr. Cornellius Rhoads, seorang agen pemerintah yang dikontrak oleh Rockefeller Institute for Medical Investigationmulai menginjeksi laki-laki, perempuan dan anak-anak dengan sel-sel kanker. Sebagai Ketua Divisi Senjata Biologi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dan juga sebagai anggota komisi energi atom, Rhoads menjalankan radiasi rahasia yang dilakukan terhadap ribuan warga AS yang tidak dicurigai.

Dalam surat-suratnya untuk Departermen Pertahanan, Rhoads secara gambalang  menyebutkan "pembasmian"  para pemberontak dengan menggunakan "bom kuman". Pada saat ditanya mengenai penduduk Puerto RicoDr. Rhoadsmenulis, " Yang dibutuhkan kepulauan itu bukanlah pekerjaan bagi kesehatan umum, tetapi sebuah ombak pasang, yang dapat menghabiskan seluruh populasi ".

Dr. Rhoads lebih lanjut mengatakan, " Orang-orang Puerto Rico adalah ras manusia yang paling jorok, paling malas,  paling berbahaya dan ras pencuri yang pernah hidup di bumi ini. Saya telah melakukan yang terbaik yang saya mampu untuk melakukan proses pemusnahan, dengan melakukan proses pembunuhan terhadap delapan dan mentransplantasi kanker ke beberapa lagi.... Semua ahli kesehatan menerimanya dengan senang hati dalam penyiksaan atas korban yang tak berdaya." Dr. Rhoads mengklaim telah menginjeksi ratusan orang Puerto Rico dengan sel kanker.
Eksperimen Siphilis

Pada 1931, Pemerinta Amerika Serikat mulai melakukan eksperimen dengan siphilis. Korban pertama yang dikenal adalah seorang kulit hitam yang tinggal di Tuskegee, Alabama. Di tahun 1932, dokter-dokter pada Pelayanan Kesehatan Umum tidak melakukan pengobatan terhadap  pasien yang terinfeksi dalam dalam rangka mempelajari perkembangan penyakit tersebut pada subjek hidup. Para pasien tidak mengetahui bahwa mereka dijadikan eksperimen pada studi yang diakui secara resmi oleh pemerintah itu. Mereka pikir mereka mendapatkan pengobatan untuk penyakitnya. Padahal, mereka diberi obat-obatan palsu.

Sepuluh tahun berikutnya, ribuan warga Amerika terekspos berbagai macam agen biologi dan kimia. Ini termasuk 400 tahanan di penjara Chicago pada tahun 1942. Mereka semua terinfeksi malaria dalam rangka memperoleh "profil dari penyakit tersebut".

Pemerintah Amerika Serikat juga memberika izin bagi Komisi Energi Amerika untuk secara rahasia menginjeksi pasien-pasien rumah sakit dengan Plutonium agar mendapatkan "Profil"efek jangka panjang. Sebagian besar individu ini menjadi sakit parah dan kemudian meninggal.

Anthtrax

Amerika Serikat dan Inggris mulai melakukan kerja sama dalam pengembangan "Bom Anthrax" yang mereka rencanakan untuk dijatuhkan di kota-kota diJerman. Target potensial termasuk juga Berlin, Hamburg, Frankfurt, Aachen dan Wilhelmshafen.

Karena Jerman menyerah sebelum bom-bom Antrhaxini diuji pada penduduk Jerman, (target nonmiliter) bom biologis itu kemudian dijatuhkan di pedesaan Gurnard,sebuah pulau di sebelah barat laut Skotlandia. Sebagian besar sapi dan penduduk desa mengidap penyakit parah dan kemudian tewas, dan pulau tersebut tak berpenghuni hingga dari 45 tahun.
Begitupun dengan yang dikirimkan USA pada perang teluk yang mematikan ke militer Irak. Sebagian propaganda menyebutkan bahwa USA mengirim beberapa senjata biologi dan kimia untuk Saddam Husein, untuk memusnahkan suku Kurdi yang justru menjadi ujung tombak sendiri bagi Saddam Hussein. Hal ini juga diduga sebagai bahan laporan untuk penelitian ilmuwan mengenai efek-efek yang ditimbulkan dari bahan tersebut.

"FBI menutup-nutupi fakta karena mereka tahu bahwa serangan Anthrax itu adalah pekerjaan orang dalam" (Dr. Barbara Hatch R.)

OPERATION PAPERCLIP

Pada akhir masa Perang Dunia II, Amerika Serikat memperkerjakanratusan dokter NAZI dan Jepang yang telah melakukan eksperimen-eksperimen yang sadis  dan tidak manusiawi terhadap tahanan perang. Salah satu dokter sadis yang telah melakukan berbagai kejahatan terhadap manusia melalui eksperimen-eksperimennya adalah Direktur Angkatan Kerajaan Jepang unit perang biologi, Dr. Ishii. 

Ishii bereksperimen dengan shyphilis, typhoid-laced tomatoes, tetanus, plague-infected fleas, selain juga bom-bom bibit penyakit yang dijatuhkan ke penduduk sipil dan tahanan yang diikat telanjang di tiang kayu guna melakukan eksperimen.

Kelahiran HIV/AIDS
Hingga akhir 1960-an, Ilmuwan-ilmuwan di bawah pengawasan CIA, di Divisi Operasi khusus Fort Detrick, laboratorium dengan keamanan tingkat tinggi, mulai memperoleh kemajuan yang signifikan dalam pengembangan penyakit-penyakit yang menyerang sistem imun tubuh.

Pada tahun 1969Dr. Robert MacMahan dari Departermen Pertahanan meminta dan menerima $ 10 juta dana dari kongres AS untuk mengembangkan agen Biologi buatan yang tidak ada imunitas alami yang dapat menahannya.

Dalam Kongres dia mengatakan :
"Ada dua hal tentang bidang agen biologi yang ingin saya sebutkan. Pertama adalah kemungkinan kejutan teknologi. Biologi molekuler adalah bidang yang berkembang sangat cepat dan ahli-ahli biologi terkenal percaya bahwa dalam periode waktu 5 hingga 10 tahun akan sangat mungkin diciptakan sebuah agen biologi buatan, suatu agen yang secara alami tidak ada, dan dimana imunitas alami pun tidak ada. Dalam 5 hingga 10 tahun, sangat mungkin untuk diciptakan mikroorganisme penyakit yang dapat dibedakan dalam aspek-aspek tertentu dari organisme-organisme penyakit lainnya. Yang terpenting dari semua ini adalah penyakit tersebut kebal terhadap proses imunisasi atau terapi apa pun di saat kita hendak melepaskan diri dari penyakit ini"
Jakob Segal, mengungkapkan bahwa USA telah berhasil menciptakan AIDS untuk disebarkan kepada manusia. Menurut Segal, HIV/ AIDS diciptakan di Fort DetrickMaryland, dengan cara menggabungkan genom Viral dari Visna dan HTLV-1, karena keduanya hampir identik dengan HIVgenome.

Pada  1957, saat melakukan eksperimen vaksin polio, Dr. Hillary Koprowski, menggunakan jaringan ginjal monyet yang telah dijangkiti virus yang dekat dengan AIDS, SV40, kemudian mengawasi proses injeksi vaksin yang telah terkontaminasi tersebut terhadap ratusan ribu orang negro Afrika. Anehnya mengapa percobaan itu tidak dilakukan saja kepada orang-orang Amerika sendiri. Meskipun begitu ia menolak bahwa ia ikut dalam penciptaan HIV/AIDS dan Koprowski juga menolak jika mereka menciptakan vaksin polio dengan gainjal monyet

Pada 1978Centers for Disease Control (CDC) mulai mengeluarkan advertensi bagi homoseksual yang ingin berpartisipasi dalam "Percobaan vaksin Hepatitis B". Percobaan pertama yang dilakukan oleh CDC adalah di New York, Los Angeles, San Fransisco, pada tahun yang sama. Pada tahun 1981 kasus AIDS pertama diketahui terjangkit pada laki-laki homoseksual di New York, Los Angeles, dan San Fransisco, membangkitkan spekulasi bahwa AIDS mungkin telah di tulari melalui vaksin hepatitis B.

Wangari Maathai mengungkapkan bahwa dia yakin AIDS adalah senjata biologi yang sengaja diciptkanan.

"Sebagian orang mengatakan bahwa Aids datang dari monyet, tapi saya meragukan hal itu, karena kami telah hidup bersama-sama monyet sejak dahulu kala, yang lain mengatakan bahwa hal itu merupakan kutukan tuhan, tapi saya katakan itu tidak mungkin"

"saya tidak memiliki gambaran siapa yang menciptakan AIDS dan apakah itu merupakan suatu agen Biologi atau buan. Tapi saya tahu pasti hal-hal seperti itu tidak akan begitu saja jatuh dari langit. Saya selalu berpikir bahwa sangat penting untuk menyampaikan kebenaran kepada setiap orang, tapi saya rasa ada beberapa kebenaran yang tidak boleh terlalu diekspos"


Flu Burung 

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menuduh World Health Organization (WHO) dan USA melakukan konspirasi dalam pengumpulan sampel-sampel virus flu burung dan produksi-produksi vaksinnya.(The Jakarta Post/03/16/2008).
"Saya katakan kepada WHO bahwa mekanisme mereka dalam mengumpulkan virus-virus dari negara-negara berkembang sangat tidak adil. Cara yang sama sebuah negara imperialis memperlakukan koloninya"
Selanjutnya ibu siti Fadilah Supari marah  ketika mengetahui sampel H5N1  yang ia kirimkan ke WHO ternyata digunakan secara ekslusif oleh 15 orang ilmuwan di laboratorium Amerika Serikat di Los Alamos.
NAMRU
Siti Fadilah Supari pernah berkata dalam sebuah wawancara, bahwa laboratorium Media Angkatan Laut AS (NAMRU) yang berada di Indonesia untuk melakukan penelitian atas penyakit-penyakit tropis sama sekali tidak memberikan keuntungan apapun pada negara tuan rumah, dan tidak transparan dalam operasinya. Menteri mengatakan bahwa laboratorium Angkatan Laut AS di Jakarta telah menerima sampel virus dari seluruh bagian Indonesia, tetapi sekarang sudah dihentikan. "Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan virus-virus yang kami kirimkan itu."
Endang Rahayu Sedyaningsih adalah salah satu WNI yang berwenang ata keberadaan laboratorium Namru 2(Naval Medical Research Unit/NAMRU-2), wanita yang pernah menjadi staf litbang Depkes ini, dituding oleh mantan Menkes sebelumnya, Siti Fadilah Supari, sebagai orang orang yang mengirimkan spesimen virus influenza A (H5N1) ke laboratorium NAMRU-2 saat Departemen Kesehatan yang saat itu dia pimpin memutuskan untuk menghentikan pengiriman spesimen guna memprotes mekanisme pertukaran virus WHO yang tidak adil. 
Dia memiliki akses untuk keluar masuk dengan bebas di Namru. Aktivitasnya ini kemudian diketahui oleh Siti. Karena ketahuan itulah kemudian Endang dimutasi jabatannya dan diminta untuk minta maaf kepada Siti Fadilah. 
Mengenai kedekatannya dengan orang-orang di laboratorium riset Angkatan Laut Amerika ini, Endang mengatakan sebagai peneliti dia sering berhubungan dengan lembaga-lembaga riset di dalam dan luar negeri termasuk Namru 2 dan mengenal orang-orang yang bekerja di sana.
"Jadi saya dekat dengan Namru, saya dekat dengan Belanda, saya dekat dengan NIID (National Institute of Infectious Diseases) di Jepang, saya dekat dengan China, ada penelitian malaria. Sebagai peneliti kita dekat dan bekerja sama. Jadi tidak ada saya dekat dengan ini, tidak dekat dengan itu. Itu semua berbasis profesional kerjasama," tegas Menkes Endang Rahayu ketika ditanya perihal kedekatannya dengan Namru, Kamis (22/10). 
Kematian Para Ilmuwan 

Lee Jong-woo (61)

Meninggal dunia pada 22 Mei 2006 , disebabkan oleh gumpalan darah pada otaknya. Dia memimpin perjuangan organisasinya untuk melawan ancaman global Flu Burung, AIDS, dll. Dirjen WHO sejak 2003, Lee adalah pejabat Internasional ternama yang tidak memiliki riwayat sakit. 




Dr. Mario Alberto Vargas Olvera (52)
Meninggal dunia 6 Oktober 2007, karena beberapa luka benda-benda tumpul di kepala dan lehernya. Polisi mengkategorikannya sebagai pembunuhan. Ia adalah seorang ahli biologi yang terkenal secara nasional dan internasional.





Robert J. Lull (66)

Meninggal 19 Mei 2005, Meninggal karena motif perampokkan yang aneh. Inspektur bagian pembunuhan mengatakan "Seorang perampok pada umumnya akan mengambil lebih banyak benda-benda berharga korban ketimbang kartu kredit korban". Lull adalah mantan Kepala the American College of Nuclear Physicians, the San Fransisco Medical Society, dan juga bertindak sebagai editor jurnal San Fransisco Medicine.





Bagaimana Virus dan Bakteri Bisa Dikendalikan Sebagai Senjata Biologi

Sebetulnya saya belum begitu paham dengan mekanisme penciptaan virus. Namun dari sabuah buku pelajaran saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Virus atau Bakteri dapat di ciptakan dari Mutasi Biologis. Dalam komposisi mutagen yang memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi DNA suatu sel, sehingga akan mengalami mutasi. Pada akhirnya bakteri atau virus dapat diciptakan sebagai vaksin ataupun senjata biologi.



"Perkembangan penduduk adalah isu yang sangat besar yang dihadapi dunia pada tahun-tahun mendatang, sebuah dunia pada tahun-tahun mendatang, sebuah dunia dengan penghuni 10 juta manusia bukanlah dunia yang ingin kita tinggali. Apakah kondisi dunia ini tidak dapat kita hindarkan? Ada dua cara yang memungkinkan kondisi dunia seperti itu dapat dicegah. Apakah dengan  menurunkan jumlah kelahiran atau tingkat kematian meningkat. Tak ada cara lain."(Robert McNamara, Presiden, World Bank, Mantan menteri pertahanan)

Perlu saya perjelas, tidak ada maksud saya untuk menakut-nakuti pembaca dan saya sendiri juga bukan ketakutan. Saya hanya ingin memberi tahu apa yang saya tahu.

Baca Juga : 
LEFT THINKERS
Written By : uni-object.blogspot.com (UNIVERSAL) Andika Hermawan as the Author. 
  
Source :
Internet : wikipedia Cornelius P. Roadswikipedia wangari maathaiwikipedia Hilary Koprowskithefurtrapper.comwww.rwor.org , commondreams.orgarticles.latimes.com       ,www.surgery.orgwww.counterpunch.orgsuara-islam.comfiddleferme.blogspot.com     ,harmlesswise,com.