Selasa, 26 Oktober 2010

Remaja 12 Tahun Raih Rp 26 Juta Dari Mozilla


Alex Miller
pic : dtc
(ICTF - Web Technology) Pintar juga remaja belia ini. Pada usianya yang baru menginjak 12 tahun, ia berhasil melacak bug (celah) di browser Firefox sehingga diganjar uang USD 3.000 atau sekitar Rp 26 juta dari Mozilla selaku pembuat Firefox.

Apa prestasinya? Dikutip dari PC Mag, Selasa (26/10/2010), remaja bernama Alex Miller asal California ini berhasil menemukan sebuah bug yang terkait dengan isu buffer overflow dan memory corruption di Firefox.

Asal tahu saja, Alex harus menghabiskan waktu 90 menit per hari selama 10 hari untuk melacak keberadaan bug dimaksud. Dia memang memiliki skill yang terbilang mumpuni di bidang pemrograman.

Bug bersangkutan lalu dilaporkan pada pihak Mozilla. Sejak bulan Juli, Mozilla memang menawarkan uang bagi mereka yang berhasil menemukan cacat di produk Mozilla.

Banyak yang ragu Alex mencetak prestasi itu, terutama teman sebayanya. Namun setelah ia menunjukkan cek dari Mozilla, baru mereka percaya. Uang hadiah sebagian disumbang ke lembaga sosial dan untuk membeli kado Natal. Sisanya ia tabung di bank.

"Hanya sedikit orang yang berkontribusi di area ini. Bidang ini sangatlah teknis," kata Brandon Stone, Security Program Manager Mozilla.

Dengan demikian, apa yang dilakukan Alex memang tidak sembarangan. Pantaslah dia diberi penghargaan uang cukup banyak dari Mozilla.

(Evi Yusniar/dtc/ICTF)

JUSUF KALLA TABRAK MAHASISWI ??




Rombongan kendaraan iring-iringan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menabrak sepeda motor seorang mahasiswi di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (25/10). Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kaki dan tangan sehingga sempat dirawat di klinik terdekat.
Peristiwa ini terjadi saat Kalla berencana mengisi kuliah umum di Fakultas Hukum, UI. Sementara menuju lokasi, mobil rombongan bertabrakan dengan Mulyani, mahasiswi Universitas Islam Negeri Jakarta, yang hendak mencari bahan skripsi di perpustakaan UI Depok.
Usai mengisi kuliah umum dengan orasi ilmiah serta melangsungkan donor darah di kampus UI, Kalla menanggapi peristiwa itu. Katanya, rombongan tidak menabrak. Justru, korbanlah yang menabrak kendaraan pengawalnya
SUMBER: http://news.solowebspace.com/jusuf-kalla-tabrak-mahasiswi.html

Gubernur DKI : Warga Harap Maklum Dan Paham Dengan Banjir Di Jakarta


Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akhirnya memberikan komentar mengenai banjir yang melumpuhkan Jakarta pada Senin 25 Oktober 2010 kemarin. Dalam penjelasannya, Foke, begitu sebutan Fauzi Bowo meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk bisa maklum dengan kondisi yang terjadi.  

"Kita bekerja selama ini. Saya mohon masyarakat maklum dan paham dengan kondisi yang luar biasa ini," ujar Fauzi Bowo saat meninjau gorong-gorong di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa 26 Oktober 2010.

Fauzi Bowo menginformasikan kalau hujan yang mengguyur Jakarta terjadi begitu tinggi. Paling tinggi tercatat di Kedoya sekitar 170 milimeter dan Pasar Minggu sekitar 155 milimeter. Meski demikian DKI telah siap mengantisipasi, seperti pada banjir 2007 yang melumpuhkan Bandara Soekarno-Hatta.

Pemerintah DKI telah memperhitungan dan merespons dampak dari genangan air. Kegiatan penyedotan dengan pompa akan dilakukan bila genangan terjadi. Pembersihan terowongan juga dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan dari sampah.

Perbaikan sistem saluran air juga sedang dikebut Pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi genangan yang membuat Jakarta lumpuh. Sementara untuk mengatasi macet selalu berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. 

"Terowongan Sabang dibuat dengan dana Rp60 miliar, agar air cepat mengalir," ujar Fauzi Bowo.

Saat ini Pemerintah DKI Jakarta membutuhkan 500 titik lahan baru untuk daerah resapan dan harus segera dibebaskan.

Sebelumnya, Fauzi Bowo selalu menghindari wartawan yang hendak meminta keterangannya terkait kondisi Jakarta pada Senin malam. Saat keluar dari kantornya untuk menuju kawasan Sarinah, Foke juga berusaha menghindari wartawan.

Sebelumnya bahkan disampaikan kalau Gubenur 
Fauzi Bowo menderita sakit radang tenggorokan dan tidak dapat bicara. Itu alasan kenapa pagi tadi gubernur tidak bicara dengan media.

sumber : www.vivanews.com

Dikira Hantu, 11 orang loncat dari jendela lantai dua



Sebanyak 10 Orang terluka dan seorang bayi tewas ketika meloncat dari jendela di lantai dua sebuah apartemen di pinggiran Paris. Aksi nekat ini mereka lakukan setelah mengira seorang pria telanjang yang sedang menggendong bayinya di malam hari adalah hantu.
"Ketika itu, 13 orang berada di apartemen di lantai 2 sekitar pukul 3 pagi hari Sabtu (23/10), seorang di antaranya mendengar bayinya menangis," seorang deputi jaksa di Versailles, Odille Faivre, seperti dikutip dari AFP, Minggu (24/10).2010-10-262010-10-262010-10-2610:29:05
Pria asal Afrika yang tengah telanjang itu lalu bangun dan memberi makanan pada anaknya. Istrinya yang kemudian terbangun, begitu melihat pemandangan itu, langsung berteriak bahwa ada setan. Kerabatnya yang menetap di tempat yang sama langsung terbangun dan menyerang 'setan' itu. Pria bugil itu terluka parah di tangan dan dilempar keluar apartemen lewat pintu.
Pria bugil itu lantas mencoba masuk kembali di flatnya. "Bersamaan dengan itu para penghuni apartemen meloncat lewat jendela, panik karena mengira pria itu setan," ujar Faivre.
Mereka yang meloncat dan terluka terdiri dari 7 orang dewasa, seorang bayi, dan anak-anak, semuanya berasal dari Afrika. Polisi menginvestasi hal ini, apakah mereka meloncat dengan sukarela atau dipaksa. Satu hingga dua pria yang meloncat diperiksa polisi.
Kisah ini masih simpang siur, ada yang menyebutnya mereka meloncat dari lantai 3. Ada juga yang menyebutkan pria yang dikira setan itu telanjang saat kerabatnya sedang menonton televisi. Tragis, bayi 4 bulan yang turut diajak meloncat meninggal dunia. Sedangkan anak 2 tahun, terluka parah.

Mbah Maridjan Memang merepotkan. Wawan vivanews Wafat saat mau BUJUK MARIDJAN


 "Pak Agus mengaku bingung, dokter Tutur, orang PMI, dan Mas Wawan mau naik lagi mau membujuk Mbah Maridjan," kata Kinaransih. 
Editor senior itu memang mengenal dekat Mbah Maridjan. Jelang  letusan Merapi tahun 2006, Wawan juga berada di rumah Mbah Maridjan. Ia mungkin merasa kedekatannya itu bisa meluluhkan hati Mbah Maridjan
tetapi malang, Wawan terjebak awan panas dan tewas bersama dokter Tutur sukarelawan PMI, begini kisahnya

VIVAnews -- Redaksi VIVAnews sedang berduka. Seorang redaktur andalan nan santun, Yuniawan Wahyu Nugroho yang kerap dipanggil 'Mas Wawan' gugur dalam tugas peliputan di Gunung Merapi.
Seorang rekannya di Yogyakarta, Kinaransih, menceritakan saat-saat terakhir pertemuannya dengan Wawan.

Ketika baru mendarat di Yogyakarta, Selasa sore, Wawan langsung ke Apotek Kentungan, perempatan Ring Road, Jalan Kali Urang -- menuju lereng merapi.

"Saat itu pukul 17.00 WIB, kondisi hujan deras," kata Kinaransih kepada 
VIVAnews, Rabu 27 Oktober 2010.

Wawan lalu pergi ke lereng Merapi bersama kerabat Mbah Maridjan, Agus Wiyarto dan dokter PMI, Tutur Priyono.

Kontak terakhir Kinaransih dengan Wawan dilakukan melalui pesan pendek pada pukul 18.08.

Isinya: 
iyo iki, wis podo ngungsi. Mbah Maridjan isih solat ndek mau wis tak temoni. (Iya, warga sudah pada mengungsi. Mbah Maridjan masih solat, tadi sudah saya temui).

"Setelah itu saya kehilangan kontak dengan Mas Wawan," kata Kinaransih.

Saat Merapi meletus dan mengeluarkan api, Kinaransih yang cemas dengan kondisi Wawan lalu menghubungi Agus Wiyarto. Berita di ujung telepon, membuat kedua lututnya lemas.

"Inalillahi ... sudah takdirnya. 
Garise gusti [garis illahi]. Saya sudah mengingatkan jangan naik, bahaya," kata Kinaransih, menirukan ucapan Agus.

Dari Agus diketahui, Wawan sempat dievakuasi ke barak pengungsian. Ia satu mobil bersama dokter Tutur -- yang ditemukan tewas di dekat Wawan.

Sementara keluarga Mbah Maridjan dan Agus menaiki mobil lain.

"Pak Agus mengaku bingung, dokter Tutur, orang PMI, dan Mas Wawan mau naik lagi mau membujuk Mbah Maridjan," kata Kinaransih.

Editor senior itu memang mengenal dekat Mbah Maridjan. Jelang  letusan Merapi tahun 2006, Wawan juga berada di rumah Mbah Maridjan. Ia mungkin merasa kedekatannya itu bisa meluluhkan hati Mbah Maridjan.

Agus mengaku sempat berbincang dengan Wawan menjelang saat-saat terakhirnya. Saat itu, Agus bertanya, kapan Wawan akan kembali ke Jakarta.

Jawabnya: "Saya pulangnya Rabu sore, mau nemui anak istri di Ambarawa."